Tutup Iklan
RajaBackLink.com
rajatrafficNET
Memilukan: Indonesia Adalah Negara Agraris Tanpa UU Pertanian

Memilukan: Indonesia Adalah Negara Agraris Tanpa UU Pertanian

Writer
9 Jan 2021
Dibaca : 153x

Apakah anda menyadari bahwa negeri ini belum memiliki "Undang Undang Pertanian" ? Bukankah menjadi teramat lucu sebuah negara agraris tidak mempunyai "UU Pertanian" ? Lalu, apa yang menjadi alasan nya kita tidak memprioritaskan pembuatan UU Pertanian ? Padahal sudah sejak lama kita memiliki Kementerian Pertanian.

Tidak hanya itu pertanyaan yang penting diutarakan terkait dengan dunia pertanian dan dunia petani. Ada yang lebih mendasar dan butuh pencermatan kita bersama. Mengapa bangsa ini baru memiliki Undang Undang yang secara serius mengatur petani setelah 68 tahun Indonesia merdeka ?

Kenapa kita terkesan begitu telat dalam upaya memberdayakan dan melindungi petani ? Bukankah sebagian besar anak bangsa bermata-pencaharian di sektor pertanian (dalam arti luas) ? Lantas pada kemana Pemerintah dan para Wakil Rakyat selama ini ?

Serangkaian persoalan yang diajukan diatas, jelas bukan hal yang cukup mudah untuk dijawab. Resiko politik jika kita telah mengaku sebagai negara agraris, maka yang nama nya UU Pertanian sangatlah dibutuhkan.

Kita penting mengatur bagaimana sistem produksi yang perlu dikembangkan, lalu bagaimana dengan sistem pemasaran hasil dan tentu saja penting diatur soal konsumsi masyarakat yang semakin berkualitas.

Diselisik lebih dalam, akar masalah pembangunan pertanian, pada hakekat nya akan ditentukan oleh dua hal yang saling berkaitan. Pertama, terkait dengan soal produksi dan profuktivitas; kedua adalah soal pemasaran hasil produksi nya.

Sistem produksi dan sistem pemasaran dalam pembangunan pertanian ibarat dua sisi dalam sebuah mata uang logam. Masing-masing sistem tentu memiliki titik tekan, namun tetap harus saling melengkapi dan mengokohkan antara sisi yang satu dengan sisi lain nya.

Sejak tahun 1992, kita memang telah melahirkan UU Sistem Budidaya Tanaman. UU ini kemudian disempurnakan menjadi UU No. 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan adalah Undang-Undang baru yang mencabut dan menggantikan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3478).

Ketentuan Pasal 130 UU 22/2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan mencabut dan menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman tidak berlaku, namun semua aturan pelaksanaannya masih bisa digunakan sepanjang belum diganti dengan yang baru. Aturan pelaksanaannya atau Peraturan Pemerintah harus dibuat maksimal 3 tahun setelah UU baru ini diundangkan.

Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas penganekaragaman hasil Pertanian, guna memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, industri dalam negeri, dan memperbesar ekspor, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup Petani, serta mendorong perluasan dan pemerataan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja.

Penjelasan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan mengatakan bahwa Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan sebagai bagian dari Pertanian pada hakikatnya adalah pengelolaan sumber daya alam hayati dalam memproduksi komoditas Pertanian guna memenuhi kebutuhan manusia secara lebih baik dan berkesinambungan dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Paradigma baru yang diusung Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan adalah Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan pada prinsipnya merupakan paradigma pengelolaan Pertanian yang mengintegrasikan empat elemen, yaitu aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi sehingga manfaat Pertanian dapat dinikmati dalam waktu yang lama.

Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dilakukan dengan memperhatikan daya dukung ekosistem, mitigasi, dan adaptasi perubahan iklim, serta kelestarian lingkungan guna mewujudkan sistem Pertanian yang maju, efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

Regulasi ini memang mengatur budidaya, namun sama sekali kurang menyentuh sistem pemasaran hasil budidaya nya. Seperti yang dijelaskan diatas, UU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan adalah bagian dari Pertanian. Bukan "UU PERTANIAN".

Akibat nya wajar, jika hasil budidaya melimpah yang kemudian menjadikan harga jual di tingkat petani turun, maka petani hanya dapat memelas dan tidak mampu berbuat banyak untuk mensolusikan masalah yang dihadapi nya.

Paling-paling petani hanya mampu protes dengan cara-cara yang memilukan. Contoh hasil panen nya dibuang ke sungai atau ditebarkan di jalan raya. Andaikan ada UU Pertanian, mesti nya hal seperti itu tidak perlu terjadi. Melalui regulasi ini, tentu akan diatur dan ditetapkan Bab, Pasal dan Ayat di dalam UU yang jelas-jelas tidak akan merugikan petani.

Ironis memang ! Negeri agraris tanpa "UU Pertanian".

Baca Juga:
Cara Membuat Toko Online Bagi Pemula Supaya Sukses

Tips Bisnis 24 Apr 2020

Cara Membuat Toko Online Bagi Pemula Supaya Sukses

Usaha amat terbantu dengan kehadiran internet, membuat toko online dapat terfasilitasi dengan gampang. Bermacam jenis produk dapat dijajakan. Untuk

Tips Promosi Bisnis Kuliner Paling Jitu!

Tips Bisnis 24 Des 2019

Tips Promosi Bisnis Kuliner Paling Jitu!

Strategi marketing adalah bagian penting dalam suatu bisnis ataupun usaha kuliner. Mengingat begitu banyaknya pesaing di pasar yang membuat peluang mendapatkan

Cara Menambah Viewer Di Youtube Dengan Rajaview.id

Bisnis Jasa 15 Jul 2020

Cara Menambah Viewer Di Youtube Dengan Rajaview.id

Pada zaman serba internet seperti sekarang ini banyak sekali masyarakat yang berjualan online lewat media internet seperti Facebook, Instagram, Whatsapp bahkan

Ketahui Kebutuhan Vitamin C yang Sebaiknya Dipenuhi Setiap Hari untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

20 Apr 2020

Ketahui Kebutuhan Vitamin C yang Sebaiknya Dipenuhi Setiap Hari untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

Di tengah pandemi Covid-19, vitamin C adalah salah sebuah nutrisi yang mesti dicukupi tiap-tiap hari. Vitamin C mempunyai peran penting dalam menambah daya

Tips Investasi Properti Untuk Pemula

Tips Bisnis 2 Apr 2020

Tips Investasi Properti Untuk Pemula

Ada berbagai alternatif investasi yang disodorkan kepada konsumen mulai dari investasi emas, obligasi, reksadana, saham, mata uang asing ataupun investasi

6 Cara Mengecilkan Perut setelah Melahirkan agar Langsing Kembali

Bisnis Kesehatan 23 Feb 2020

6 Cara Mengecilkan Perut setelah Melahirkan agar Langsing Kembali

Setelah melahirkan, ibu akan menjalani masa dimana menginginkan perut kembali rata dan langsing secara mudah. Sementara itu, untuk mengembalikan perut supaya

rajatv
Copyright © MantapSukses.com 2021 - All rights reserved
Copyright © MantapSukses.com 2021
All rights reserved