Info
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Gaya Hidup 5 min read November 29, 2025

Belajar dari Jerman, Anies Baswedan Jelajahi Praktik Kota untuk Masa Depan Perkotaan Indonesia

admrozi
admrozi Author

Dalam rangkaian kunjungannya ke Jerman, Anies Baswedan memanfaatkan kesempatan untuk bertemu dengan sejumlah pejabat lokal dan pakar perkotaan guna mempelajari berbagai praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di negara tersebut. Pertemuan ini tidak semata-mata bersifat seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya serius Anies untuk mengeksplorasi solusi urban yang dapat diadaptasi ke Indonesia, khususnya bagi kota-kota besar yang tengah menghadapi tantangan kompleks. Fokus pembahasannya meliputi perencanaan kota (urban planning), sistem transportasi publik, serta manajemen lingkungan modern.

Jerman dikenal sebagai salah satu negara dengan tata kelola kota paling maju di dunia. Banyak kota di sana berhasil menghadirkan ruang publik inklusif, transportasi massal yang efisien, serta lingkungan yang dikelola dengan prinsip keberlanjutan. Hal ini menjadi perhatian Anies, yang meyakini bahwa kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan membutuhkan pembaruan tata kelola untuk mengatasi masalah kemacetan, polusi, banjir, dan pertumbuhan penduduk yang kian pesat.

Dalam pertemuan tersebut, Anies mengamati bagaimana kota-kota di Jerman menempatkan manusia sebagai pusat perencanaan. Ia menyoroti konsep walkable city yang diterapkan di banyak kota besar, di mana pejalan kaki dan pesepeda diberi prioritas lebih tinggi dibandingkan kendaraan pribadi. Anies menilai bahwa konsep ini sangat relevan untuk Indonesia, terutama dalam upaya menciptakan kota yang sehat, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kualitas hidup warganya.

Tak hanya soal desain kota, Anies juga mempelajari sistem transportasi publik Jerman yang dikenal terintegrasi dan dapat diandalkan. Mulai dari kereta cepat antar kota, tram, bus listrik, hingga jalur sepeda, semuanya terhubung dalam satu sistem terpadu yang memudahkan warga bergerak tanpa kendaraan pribadi. Anies menekankan bahwa Indonesia perlu mengadopsi prinsip integrasi seperti ini untuk mengurangi kemacetan dan emisi karbon. Menurutnya, transportasi publik bukan sekadar soal moda transportasi, tetapi tentang bagaimana negara menyediakan akses mobilitas yang adil bagi semua warganya.

Selain itu, manajemen lingkungan menjadi topik penting dalam diskusi Anies dengan pejabat Jerman. Ia mencatat bagaimana negara tersebut menerapkan pengelolaan sampah modern, perlindungan ruang hijau, serta teknologi energi terbarukan. Bagi Anies, praktik-praktik ini sangat penting untuk menghadapi tantangan lingkungan di Indonesia. Kota-kota besar di tanah air, misalnya, masih menghadapi masalah sampah yang menumpuk, kekurangan ruang terbuka hijau, hingga kualitas udara yang terus menurun. Dengan mengadopsi pendekatan lingkungan yang lebih inovatif, Anies percaya kota-kota Indonesia dapat menjadi lebih berketahanan dan layak huni.

Pertemuan Anies dengan pejabat Jerman juga membuka peluang kolaborasi di masa depan. Ia menilai bahwa hubungan internasional tidak hanya terkait diplomasi formal, tetapi juga kolaborasi teknis antar kota untuk berbagi pengalaman dan solusi konkret. Bagi Anies, belajar dari keberhasilan negara lain bukanlah tindakan meniru secara buta, tetapi memilih aspek-aspek yang relevan dan menyesuaikannya dengan konteks Indonesia.

Pada akhirnya, Anies menegaskan bahwa masa depan kota-kota besar Indonesia harus dibangun dengan visi jangka panjang. Dengan mempelajari praktik global, termasuk yang ia lihat di Jerman, Anies berharap Indonesia dapat menciptakan kota yang lebih teratur, manusiawi, dan berkelanjutan. Ia percaya bahwa adaptasi terbaik dari praktik global, jika diterapkan dengan tepat, dapat membawa Indonesia menuju era baru pembangunan perkotaan yang lebih maju dan inklusif.