Info
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Gaya Hidup • 5 min read • September 27, 2026

Dari Gigi ke Tubuh: Benarkah Gigi Berlubang Bisa Memicu Masalah Kesehatan Lain?

Editor
Editor Author

Memicu Masalah Kesehatan Lain?

Gigi berlubang merupakan salah satu masalah yang umum terjadi. Namun, kondisi ini sering kali dianggap sebagai masalah gigi biasa dan tak jarang tidak mendapatkan perhatian yang tepat. Padahal, gigi yang berlubang bisa memicu masalah kesehatan lain yang lebih serius, seperti infeksi hingga masalah jantung.

Oleh karena itu, lubang pada gigi harus segera ditangani agar tidak makin memburuk dan menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Dengan begitu, kalian bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Lantas, apa saja komplikasi yang bisa ditimbulkan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Penyebab Gigi Berlubang

Lubang pada gigi tidak muncul begitu saja tanpa sebab. Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan plak dari sisa makanan yang mengandung gula dan karbohidrat/pati. Sisa makanan ini kemudian menempel pada gigi dan bercampur dengan bakteri alami di dalam rongga mulut.

Bakteri tersebut akan mengolah sisa makanan tersebut dan menghasilkan asam yang akan mengikis lapisan terluar gigi (enamel). Jika dibiarkan, pengikisan akan menembus hingga bagian dalam (dentin) dan menyebabkan gigi menjadi berlubang.

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya fenomena tersebut, seperti:

  • Kebersihan mulut yang buruk: Jarang menyikat gigi atau tidak membersihkan sela-sela gigi secara rutin.
  • Konsumsi makanan/minuman manis: Sering mengonsumsi kue, permen, es krim, biskuit, atau minuman bersoda.
  • Kurang fluoride: Tidak memakai pasta gigi atau obat kumur berbahan fluoride.
  • Kondisi medis tertentu: Memiliki masalah mulut kering (produksi air liur sedikit) atau menderita penyakit refluks asam lambung (GERD).

Masalah Kesehatan yang Bisa Ditimbulkan oleh Gigi Berlubang

Gigi yang dibiarkan berlubang bisa memicu sejumlah masalah serius yang memengaruhi kesehatan gigi dan mulut itu sendiri, seperti penyakit gusi dan abses gigi. Namun, tahukah kalian bahwa gigi yang berlubang juga bisa memicu masalah kesehatan pada bagian tubuh lainnya?

Jika lubang pada gigi sangat dalam, bakteri yang ada di dalamnya bisa masuk ke aliran darah dan menyebar ke beberapa bagian tubuh dan menyebabkan infeksi. Ini merupakan kondisi yang serius dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Berikut adalah beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai.

1. Infeksi Jantung (Endokarditis)

Lubang pada gigi yang tidak segera ditangani bisa makin membesar hingga mencapai bagian dalam gigi (pulpa) yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Jika kondisi ini terjadi, bakteri yang ada di dalamnya bisa menyebabkan infeksi gusi, jaringan lunak, serta penyangga gigi. Penyakit ini dikenal sebagai periodontitis.

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, infeksi kronis bisa bertahan selama bertahun-tahun dan bakteri akhirnya masuk ke aliran darah. Dari sana, bakteri bisa menyebar ke jantung dan terjadilah endokarditis, yakni infeksi pada selaput yang melapisi jantung (endokardium). Endokarditis termasuk kondisi serius yang membutuhkan perawatan medis segera karena dapat menyebabkan kerusakan jantung permanen.

2. Sinusitis

Infeksi dari gigi geraham atas bagian belakang bisa menjalar ke sinus maksilaris, yakni rongga berisi udara yang terletak di atas rahang bagian atas, tepatnya di belakang tulang hidung. Infeksi sinus maksilaris disebut sinusitis.

Infeksi tersebut dapat mengikis tulang tipis pemisah dan menjalar masuk ke dalam rongga sinus sehingga menyebabkan lapisan membran sinus mengalami peradangan, pembengkakan, dan produksi lendir berlebih. Jika sinusitis disebabkan oleh gigi yang berlubang, infeksi dapat terus terjadi dan menyebabkan sinusitis kronis.

3. Sepsis

Sepsis adalah kondisi medis darurat akibat respons tubuh yang berlebihan dan tidak terkendali terhadap suatu infeksi. Ketika infeksi dari gigi yang berlubang meluas, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan kuman justru merusak jaringan dan organ tubuhnya sendiri.

Kondisi ini dapat berkembang cepat menjadi syok septik yang memicu penurunan tekanan darah secara drastis, kegagalan fungsi organ, hingga berisiko mengancam jiwa jika tidak segera ditangani secara medis. Ibu hamil dengan kondisi gigi yang berlubang juga harus waspada terhadap penyakit ini karena bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

4. Stroke

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya kaitan antara penyakit periodontal (penyakit gigi dan gusi) yang dipicu oleh gigi yang berlubang dengan risiko terjadinya stroke. Kaitan ini ditemukan berdasarkan adanya masalah infeksi oral pada penderita cerebrovascular ischemia, yaitu kondisi di mana aliran darah yang menuju ke otak tidak mencukupi. Kondisi cerebrovascular ischemia akibat kurangnya pasokan darah ke otak tersebut kemudian menjadi salah satu pemicu utama timbulnya penyakit stroke. 

Apakah Semua Gigi Berlubang Harus Dicabut?

Banyak orang mengira gigi yang berlubang pasti berujung pada pencabutan. Padahal, pencabutan bukan satu-satunya jalan, apalagi pilihan pertama. Keputusan perawatan sebenarnya bergantung pada beberapa faktor, seperti: 

  • Seberapa luas kerusakan yang terjadi.
  • Seberapa dalam lubang tersebut.
  • Kondisi pulpa. 
  • Ada tidaknya infeksi.
  • Seberapa banyak struktur gigi sehat yang masih bisa dipertahankan.

Jika kerusakan masih tergolong ringan hingga sedang, dokter gigi umumnya dapat mempertimbangkan tambal atau restorasi gigi untuk menutup lubang dan mengembalikan fungsi gigi. Namun, jika kerusakan sudah mencapai pulpa dan menyebabkan infeksi, gigi masih berpeluang dipertahankan melalui perawatan pada saluran akar, tanpa harus dicabut. Jadi, pencabutan sebenarnya menjadi pilihan terakhir ketika gigi sudah tidak dapat diselamatkan lagi.

Tambal Gigi vs. Perawatan Saluran Akar, Kapan Dibutuhkan?

Meski sama-sama bertujuan menyelamatkan gigi, tambal gigi dan perawatan saluran akar digunakan pada kondisi yang berbeda. Restorasi gigi cocok untuk kerusakan yang masih tergolong ringan, seperti lubang akibat karies yang belum menyentuh pulpa, dan biasanya hanya butuh satu kali kunjungan. Perawatan pada saluran akar diperlukan ketika pulpa sudah terinfeksi atau rusak parah, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih kompleks demi menghindari pencabutan. Berikut perbedaan keduanya:

AspekTambal GigiPerawatan Saluran Akar
IndikasiGigi berlubang, belum sampai pulpa.Infeksi/kerusakan parah pada pulpa.
ProsedurBersihkan lubang, isi dengan bahan tambalan.Angkat pulpa yang terinfeksi, bersihkan, dan isi saluran akar.
DurasiUmumnya 1 kali kunjungan.Beberapa kali kunjungan.
Tingkat nyeriRingan, sensitivitas sementara.Membutuhkan anestesi, nyeri pascaperawatan lebih terasa.
BiayaRelatif lebih terjangkau.Lebih tinggi, sebanding karena menyelamatkan gigi.

Pemilihan perawatan tetap perlu melalui pemeriksaan dokter gigi agar sesuai kondisi sebenarnya. Di AUDY Dental, penanganan gigi yang berlubang akan melalui pemeriksaan mendalam oleh dokter spesialis gigi sebelum memutuskan perawatan yang tepat.

Rawat Gigi Sebelum Masalahnya Memburuk

Gigi yang berlubang bukan merupakan masalah yang bisa diabaikan begitu saja. Jika dibiarkan, kerusakan bisa terus menjalar hingga mencapai pulpa dan memicu infeksi yang lebih serius. Semakin dini ditangani, semakin besar peluang untuk mempertahankan struktur gigi asli dan mencegah komplikasi yang lebih rumit di kemudian hari.

Jadi, jangan tunggu sampai nyeri tak tertahankan dan masalah makin memburuk. Periksakan gigi ke AUDY Dental sekarang, dan dapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi kalian!