Partai Gerakan Rakyat resmi dideklarasikan sebagai partai politik baru di Indonesia dalam sebuah acara nasional yang digelar di Jakarta pada pertengahan Januari 2026. Deklarasi ini menandai babak baru dalam dinamika politik nasional, khususnya menjelang konsolidasi kekuatan menuju Pemilu 2029. Kehadiran Partai Gerakan Rakyat langsung menarik perhatian publik karena dikaitkan dengan sosok Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta dan kandidat presiden pada Pemilu 2024 lalu.
Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam pidato deklarasinya menyampaikan bahwa partai ini lahir dari semangat memperjuangkan keadilan sosial, demokrasi yang substansial, serta keberpihakan kepada rakyat kecil. Ia juga secara terbuka menyatakan harapan agar Anies Baswedan dapat menjadi Presiden Republik Indonesia di masa mendatang. Menurutnya, Anies merupakan figur yang merepresentasikan nilai perubahan, integritas, dan keberanian dalam menyuarakan kepentingan rakyat.
Anies Baswedan sendiri hadir dalam acara deklarasi tersebut dan menyampaikan orasi kebangsaan yang menekankan pentingnya keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Dalam pidatonya, Anies menyoroti persoalan ketimpangan ekonomi, kerusakan lingkungan, serta perlunya pembangunan yang berpihak pada generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa politik seharusnya menjadi alat untuk menghadirkan keadilan, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
Meski belum secara resmi menyatakan bergabung atau menjadi kader Partai Gerakan Rakyat, kehadiran dan pernyataan Anies memunculkan spekulasi kuat tentang arah politiknya ke depan. Banyak pengamat menilai partai ini berpotensi menjadi kendaraan politik baru bagi Anies, terutama setelah pengalaman panjangnya dalam kontestasi Pilpres sebelumnya. Dukungan dari relawan dan simpatisan Anies juga terlihat kuat dalam acara deklarasi, menandakan basis massa yang masih solid.
Deklarasi Partai Gerakan Rakyat juga dipandang sebagai respons atas kejenuhan publik terhadap partai-partai lama. Dengan membawa narasi perubahan, partai ini berupaya menarik pemilih muda, kelompok masyarakat sipil, serta mereka yang menginginkan pembaruan dalam praktik politik nasional. Fokus pada isu lingkungan, pendidikan, dan keadilan ekonomi menjadi pembeda utama yang diusung sejak awal.
Ke depan, tantangan besar menanti Partai Gerakan Rakyat, mulai dari proses verifikasi partai politik, membangun struktur organisasi nasional, hingga menjaga konsistensi idealisme di tengah realitas politik. Namun, dengan figur Anies Baswedan yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi, harapan untuk menjadikan partai ini sebagai kekuatan politik signifikan bukanlah hal yang mustahil.
Deklarasi ini menjadi sinyal awal bahwa Anies Baswedan masih memiliki peran penting dalam panggung politik nasional. Harapan agar ia maju kembali sebagai calon Presiden RI kini menemukan wadah baru, sekaligus membuka lembaran baru dalam perjalanan demokrasi Indonesia.